Lautan di bawah akalmu itu

yang belum pernah tersentuh oleh lelaki manapun

adalah permata berkilau yang tak ditemukan di toko perhiasan manapun,

Menakhodai terjangan air yang datang lalu pergi lagi.

 

Mari kita berjalan menuju sayembara rasa

yang kau tuturkan dalam tanya sembari duduk di ruang tunggu rumah sakit.

Kau bertanya padaku siapa yang terbelit rindu hari ini

Apakah aku, kau, atau rasa kita yang menyeru ?

 

Kini kau menyukat memori yang terisikan pria bekas.

Kau genggam kedua tanganmu sendiri

sambil tersenyum mengasakan hari esok datang lagi.

 

-Dhosomething-

(Image source: Pinterest)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s