Terdampar

Aku tidak tertidur

Suara melayang, napasku hilang

Kulitku tertusuk angin yang menembus Bukit Barisan

Sampai mati rasa, menyudutkan asa

 

Aku ini pembual belaka

Mengucap kata tanpa didasarkan makna

Menatap pilu menyelesaikan tabu

Hingga kudaki menuju hulu

 

Hari itu laksana tergopoh

Dalam tanya, menyeru dan menghantu

Oh hidup, bagaimana aku berjalan

melawan sendiri tanpa melewati belokan

 

Aku terdampar

Melewati empat musim hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s