Kau yang Membenci

Jika kau ingin memburuku,

maka tuturkanlah semu dalam jinggamu.

Ketika itu, tawa yang tak kau dentingkan itu

mengalir dalam rangkulan ujung rambut.

 

Aku tidak tersesat sedikitpun,

salah langkah pun tidak

Kicauan di sana menuntun

goresan tanah yang kau injak

 

Aku tidak membenci

apalagi dendam dalam sunyi

Sedikitpun tak akan membusuk

api menjalar tanpa hiruk pikuk

 

Aku tak akan mati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s