Teras Kota

Malam ini aku bertanya pada teras kota
tentang keramaian yang ia tawarkan
Sepi dalam riuh desakan massa
Menawarkan serpihan ode yang sempat hilang

Senyum ini tak bertutur
Melihat kilau yang lajur
Kita duduk tepat di pinggir sesak
Bergandengan tapi tak bergerak
Kita terlalu menikmati tusukan arktik bumi
Tanpa tahu detik berbunyi

Teduh dan meneduh
Entah kenapa kali ini, teh lebih nikmat daripada kopi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s