Sudahlah

Sudahlah, mataku terjun ke sumur belakang rumahmu yang kau banggakan itu.

Berharap kembali dari dasar jurang bekas mayat berserakan

Kilau cahaya yang dirindukan tak lagi muncul ke permukaan

Mengemas kegetiran hati, bekas sayatan belati

 

Dirimu termenung dalam tanya yang tak sempat kau berikan.

Berharap sang kala berdiri tegak di sebelah barat

apakah kau masih mencariku wahai kosmis?

Dalam dirimu tersimpan duka, dalam diriku terbuka makna.

 

Kini diriku mati, entah dari depan ataupun belakang

semuana sama saja. Sama-sama tak pasti.

Sudahlah, diriku habis sudah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s