Sukses menyutradarai film ngenest, Ernest Prakasa kembali memperlihatkan kelihaian dalam perannya sebagai sutradara, penulis naskah, dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah. Film ini menjadi salah satu daftar film yang wajib ditonton di penghujung tahun 2016, dan saya menjamin anda akan keluar dari bioskop dengan perasaan haru sekaligus tawa. Film ini membuktikan Ernest layak mendapatkaan penghargaan Festival Film Bandung 2016 sebagai penulis skenario adaptasi terpuji dan Piala Maya 2016 dengan kategori yang sama ditambah dengan penghargaan khusus sebagai debut sutradara berbakat.

            Cek Toko Sebelah memberitahukan kita bahwa “Harta yang paling berharga adalah keluarga”.  Semua orang tahu akan hal itu, tapi Ernest Prakasa mampu menyajikan hal tersebut melalui sebuah drama dan tawa yang sangat berkualitas. Yohan (Dion Wiyoko), Erwin (Ernest Prakasa), dan Koh Afuk (Chew Kin Wah) adalah kunci utama dari film ini. Hubungan emosional keluarga yang begitu kuat, mampu membuat penonton selalu geregatan  dalam setiap adegannya. Film yang menceritakan perjalanan seorang ayah yang ingin mewariskan toko kelontong kepada salah satu anaknya dan pilihan tersebut jatuh kepada putra bungsunya, Erwin. Konflik cerita telah diperlihatkan dari awal film diputar, dimana Yohan ingin meneruskan toko tersebut. Akan tetapi, keinginan anak sulung tersebut ditolak mentah-mentah oleh sang ayah yang beranggapan bahwa ia tak mampu menjalankan toko tersebut karena kehidupan Yohan yang sebelumnya berantakan.

            Film ini terasa sangat dekat dengan penonton di Indonesia. Tak jarang kita temukan toko-toko kelontong di sekitar kompleks rumah, perselisihan antara orang tua dan anak, hubungan saudara yang tidak akur, keinginan untuk menyenangi hati orang tua, merasa ada saudara yang lebih disayang, hingga penyesalan yang dilakukan oleh anak kepada orang tuanya. Segala keresahan Ernest Prakasa seolah menjadi keresahan semua orang. Film ini tampak begitu natural dan nyata, dan ini sangat bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.  Bahkan apa yang diceritakan dalam film ini hampir mirip dengan kondisi di kompleks rumah saya. Dimana ada dua toko kelontong dari etnis Tionghoa yang bersebalahan dan kedua toko tersebut pernah ingin dibeli seseorang untuk membangun sebuah toko baru.

            Seperti film debutnya sebagai sutradara, alur cerita berjalan sangat mengalir, tertatata rapi, dan terus memberikan punchline yang membuat penonton tak merasa bosan ataupun jenuh sepanjang film. Terkadang saya sering merasa too much information dalam sebuah scene film, akan tetapi hal ini tak saya rasakan sama sekali dalam film ini. Plot twist terus diberikan secara halus dan natural. Hanya saja drama dalam film ini sering tertutupi dengan terlalu banyaknya komedi yang disuguhi, sehingga para penonton merasa emosinya terombang-ambing. Tapi hal tersebut tidaklah begitu buruk, justru hal ini menjadi keunikan dari film Cek Toko Sebelah, serta mempertegas karakter seorang Ernest Prakasa sebagai  sutradara sekaligus penulis skenario dalam memproduksi film.

            Selain dari segi cerita, hal yang patut diapresiasi lebih adalah komposisi dan karakter pemeran. Terutama kepada Dion Wiyoko serta Chew Kin Wah patut diberikan dua jempol yang mampu memberikan rasa haru kepada penonton. Mereka berdua adalah kunci utama dalam menyeimbangkan porsi drama dan komedi dalam film ini. Karena tanpa mereka berdua ditambah  dengan seorang penenang yaitu Ayu (Ardinia Wirasti), film ini akan menjadi pure film komedi dari para komika. Penempatan humor yang sangat pas, ditambah dengan karakter para pemain yang konsisten membuat penonton tak berhenti tertawa sepanjang film diputar. Selain itu, musik dan lagu dalam film ini sangat nyaman didengar serta timing yang selalu pas mampu memperdalam emosi penonton. Dan tak lupa silahkan memperhatikan detail properti dan wardrobe, dijamin akan menggelitik anda.

          Well, film ini telah memberikan pembuktian bahwa Ernest Prakasa telah naik level baik sebagai sutradara, penulis naskah, maupun aktor dari film sebelumnya. Karakter Ernest sebagai sineas pun semakin menguat melalui film ini. Tidak berlebihan jika saya beranggapan Ernest Prakasa mampu diperhitungkan sebagai sutradara atau penulis cerita terbaik untuk ajang penghargaan film tahun ini. Jangan cek toko sebelah, lebih baik anda berkunjung ke toko Koh Afuk yang sudah jelas akan memberikan pesan moral serta rasa haru dan tawa dalam kantong belanjaan yang bisa anda bawa pulang. Selamat menonton!

Rating : 8,5/10

Jenis Film : Drama, Comedy
Produser : Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
Sutradara : Ernest Prakasa
Penulis : Ernest Prakasa
Produksi : Starvision

Casts : Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, dan Dion Wiyoko

zrzm0lag

Advertisements

2 thoughts on “Review Film: Jangan Cek Toko Sebelah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s