Judul tulisan ini mewakilkan perasaan saya setelah menonton film Surga yang Tak Dirindukan 2. Rindu ini terasa tak terbalaskan. Ketika mengetahui film Surga yang Tak Dirindukan 2 dijawalkan mundur dari bulan Desember tahun lalu, Manoj Punjabi sempat mengatakan melalui akun media sosialnya hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas Surga yang Tak Dirindukan 2 . Wajar saja jika penonton banyak yang berekspektasi terhadap film ini.

Nyatanya rindu itu tak sepenuhnya terbalaskan. Cerita cinta segiempat antara Pras (Fedi Nuril), Arini (Laudya Cyinthia Bella), Meirose (Raline Shah), dan Dr. Syarif (Reza rahadian) menjadi konflik utama dalam film ini. Cerita dimulai dari Arini yang sukses menjadi penulis terkenal yang membawanya harus ke Budapest untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya.  Secara tak sengaja Arini bertemu dengan Meirose di salah satu Masjid di sana. Ternyata Meirose telah memiliki kehidupan baru di Budapest, mulai dari pekerjaan hingga cinta. Syarif yang menganggumi sosok Meirose, harus rela bersabar menunggu kepastian jawaban dari masa lalu Meirose. Konflik cerita dimulai ketika Arini jatuh sakit di Budapest tanpa kehadiran Pras di sana. Semua cerita ini telah tergambar jelas di Trailer yang dirilis oleh MD Pictures.

Setelah menonton trailer film ini, mungkin telah banyak yang bisa menebak alur ceritanya. Film yang sebelumnya disutradarai oleh Kuntz Agus, kali ini dipercayakan kepada salah satu sutradara terbaik Indonesia yaitu Hanung Bramantyo. Tentu hal ini semakin meningkatkan ekspektasi penonton terhadap Surga yang Tak Dirindukan 2. Secara teknis, film ini menjawab ekspektasi tersebut. Dari segi pengambilan dan penyuntingan gambar, bisa dikatakan berhasil membuat kita terkagum-kagum dalam keindahan Kota Budapest. Beberapa momen pun terasa lebih dramatis dan indah berkat hal ini. Ditambah lagi dengan soundtrack yang dinyanyikan oleh Krisdayanti yang semakin menambah perasaan haru. Penempatan soundtrack di film ini selalu ada disaat yang tepat.

Hanya saja, dari segi cerita bisa dikatakan tidak ada peningkatan. Bahkan konflik di film ini terasa sangat mengada-ada alias lebay. Sosok Arini digambarkan sebagai wanita yang sangat sabar dan kuat. Kalau kata orang sabar itu ada batasnya, tapi mungkin bagi Arini tidak. Ia terlalu kuat menghadapi permasalahan kehidupannya, sampai-sampai ia tak mau mengobati dirinya, alasannya pun cukup tak masuk akal “Tak ingin melawan takdir Allah”. Bukan kah justru kita tak boleh menyerah untuk menyembuhkan penyakit untuk tetap hidup? Entahlah, mungkin saya yang salah. Saya jadi rindu ketika Arini  marah besar kepada Pras ketika mengetahui Ia menikah lagi tanpa sepengetahuannya. Itu terasa lebih natural dan manusiawi.

Dari segi akting pemain, seperti biasa Reza Rahadian tak pernah mengecewakan. Perannya sebagai Dr. Syarif berhasil menambah ketegangan konflik. Justru Arini terasa kurang greget dibandingkan peran yang ia mainkan di film-film sebelumnya. Pras dan Meirose pun terasa datar. Pemeran yang patut diapresiasi justru Nadia (Sandrinna Michelle Skornicki) yang menjadi penghubung cerita di film iniserta si Tour Guide Arini yang sesekali mengundang tawa.

Secara keseluruhan, Surga yang Tak Dirindukan 2 tidaklah buruk. Hanya saja ekspektasi saya terhadap film ini memang cukup tinggi. Padahal ketika mengetahui Hanung Bramantyo yang mengambil alih kursi sutradara, saya mengharapkan akan ada kembali film religi seperti Tanda Tanya dan Hijab. Sepertinya beberapa penonton Indonesia juga sudah mulai jenuh dengan film religi yang hanya melibatkan seputar cinta dan poligami. Surga yang Tak Dirindukan 2 tidak lagi kurindukan dan akan ada dalam kenangan.

 

Rating: 6,5/10

Jenis Film : Drama-Religi
Produser : Manoj Punjabi
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis : Alim Sudio, Hanung Bramantyo, Manoj Punjabi
Produksi : MD Pictures

surga-yang-tak-dirindukan-2-poster-408x600

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s