Icip-Icip Makanan Papua di Papoea Kemang

Makanan adalah warisan budaya, dimana makanan khas daerah memiliki nilai-nilai dalam suatu wilayah. Seperti makanan pokok di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu Nasi, juga memiliki asal-usulnya sendiri baik secara budaya maupun spiritual. Hal ini tak terlepas dari, ciri khas dan nilai-nilai yang dibawa oleh nenek moyang kita terhadap pentingnya makanan untuk bertahan hidup. Semua daerah memiliki ciri khas masakan dan makanannya masing-masing, tak tekecuali di tanah Papua.

Mayoritas masyarakat Papua menjadikan sagu sebagai makanan pokok untuk kebutuhan sehari-hari. Tak hanya sebagai konsumen, Papua juga menjadi daerah yang memiliki lahan Sagu terbesar di Indonesia. Tercatat di Indonesia memiliki lebih dari 2 juta lahan sagu, dan mayoritasnya berada di Papua. Oleh sebab itu tak heran bagaimana masyarakat Papua menghargai sagu, tak hanya sebagai bahan pangan, tapi juga sebagai kebutuhan sandang dan papan.

Saat diundang oleh @belangaindonesia dan @papoea.kemang untuk mengikuti kegiatan Icip Bareng di akhir pekan lalu, saya sangat excited untuk kali pertama mencicipi langsung makanan Papua. Dimana tak hanya sekedar kegiatan makan bersama dengan para pencinta kuliner, di acara tersebut kami juga mendapatkan edukasi seputar asal-usul makanan khas Papua, diskusi dengan sesama penggiat kuliner dan budaya, serta tentu saja mecicipi langsung makanan Papua yang di jual di Papoea Kemang.

Setelah MC membuka kegiatan dan dilanjutkan dengan presentasi dari owner Papoea Kemang. Kami langsung dihidangan dengan makanan pembuka yaitu cemilan-cemilan khas Papua seperti Papeda Goreng, Papeda Bakar, Pisang Noken, dan cemilan khas Papua lainnya. Makanan ini memang sedikit asing bagi saya, tapi ternyata cemilan-cemilan yang disediakan di Papoea Kemang cukup nikmat dan memiliki bergam variasi yang bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Kalo favorit saya yaitu papeda goreng, walaupun mirip seperti cireng, papeda goreng memiliki keunikan rasa tersendiri dan tekstur yang lebih lembut sehingga mudah dimakan.

Lalu diperlengkap dengan minuman kesukaan saya yaitu kopi. Kopi Papua yang telah terkenal dengan produksi biji kopi arabika terbaik, rendah asam, dan kafein. Kopi Papua yang disajikan oleh barista Papoea Kemang dengan metode V60 mampu memaksimalkan rasa dari kopi tersebut. Meskipun agak sedikit pekat, tapi tidak mempengaruhi rasa pahit yang diberikan. Saya juga sempat mencicipi café latte dan hasilnya juga tidak mengecewakan, komposisi café latte tersebut sangat pas dan nikmat untuk diminum.

Lalu, sampailah pada satu makanan yang asing menurut saya yaitu papeda yang dilengkapi dengan kuah kuning. Cara makannya pun cukup unik, kita menggunakan sumpit untuk mengambil papeda di dalam mangkunk. Cara mengambilnya pun tidak seperti makan mie atau nasi, papeda yang diambil harus dililit agar tidak jatuh dan semakin kental. Lalu dimasukkan ke dalam kuah kuning yang nantinya dimakan dengan cara dihirup langsung dari piringnya. Papeda dengan kuah kuning adalah makanan favorit dan paling recommended bagi saya. Silahkan dicoba.

Lalu tiba dengan hidangan utama yaitu Nasi Bakar Ikan Asar asli Papua, daging ikan tersebut dipotong kecil-kecil dengan campuran bumbu khas papua. Ikan Asar ini pada dasarnya mirip dengan ikan asap. Hal yang mebedakannya, dagingnya sangat gurih dan aroma yang begitu mengunggah selera makan. Gurihnya daging ini sangat cocok dinikmati dengan sambal maupun kecap. Saya juga melakukan eksperimen dengan menambahkan kuah kuning sebelumnya, dan ternyata rasanya semakin nikmat.

“Tak kenal maka tak sayang”

Kutipan yang sangat mainstream ini memang benar adanya, kita tidak akan tahu sebelum kenal dan mencobanya. Setelah makan di Papoea Kemang, saya berkomitmen untuk mencoba lebih banyak lagi makanan-makanan khas nusantara yang belum pernah saya coba. Memakan masakan nusantara juga merupakan salah satu  cara untuk melestarikan budaya Indonesia.

 

Jika anda ingin mencicipi nikmatnya makanan khas papua, silahkan datang ke:

PAPOEA KEMANG

Jalan Kemang Raya, No. 72. Gedung Sentra 72., RT.7/RW.2, RT.7/RW.2, Bangka, Mampang Prpt., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730

Buka setiap hari jam 12.00-21.00

Range Harga per-porsi: Rp50.000-Rp150.000

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s