Sebentar Lagi Kita Akan Bertemu

Sebentar lagi kita akan bertemu.

Mimpiku dan mimpimu akan bergandeng menjadi satu

Entah ikatan ini terlalu kuat atau memang sudah takdirnya.

Sang serigala menuntun langkah hingga kau segera datang.

 

Kau tak perlu lagi berputus asa

Menangis pun tak usah, kini dan nanti sama saja

Seorang anak bertanya kepada Ibu tentang arti mimpinya semalam

Sang Ibu berkata “Hari ini kau akan menemukan jawabannya”.

 

Sebentar lagi kita akan bertemu.

Esok, lusa, dan seterusnya.

.

.

.

Selamat datang dalam kehidupanku.

 

-Dho-

 

Advertisements

Balasan Untukmu

Selamat malam juga, sayang.

Maaf telah 4 hari aku mengabaikan pesan darimu.

Tahu kah kamu, malam begitu larut?

Hingga hatiku terlanjur kelut.

Aku terjaga setiap malam, memikirkan mimpi apa yang kau harapkan.

Terlalu banyak mimpi, hingga kau lupa melangkah dan berlari.

Silahkan kau simpan patahan itu, setidaknya dia terngiang dalam tidurmu.

Tentu kau bisa patah, karena aku hanya pengumbar janji.

 

-Dho-

Cerita Awan dan Senja

Hai awan sang perindu senja. Masih sudikah engkau menunggu sang pendiri. Senja itu membutakanmu. Senja itu hanya datang sesekali, keluar masuk pintu hati.

Lalu kenapa bagiku awan itu syahdu ? Dalam waktu ia menemani. Dalam terang ia melindungi. Dalam gelap ia penyejuk hati.Awan itu berdandan layaknya ke pesta. Aduhai, sungguh indah sang awan. Matahari, bulan, bintang hingga langit bermain dengannya.

Gumpalan perasaan membentuk keharmonisan. Kau sungguh cocok dengan awan.

Aku benci ketika sang awan menjatuhkan air matanya. Awan menangis, manusia berpuitis. Ia menutupi tapi tersakiti. Sungguh lemah sang awan, tak berani terus terang. Selamat mengejar sang senja wahai awan. Bukankah kau tahu sang senja tak muncul saat hujan.  Wajahnya ada saat hatimu cerah. Bukan saat kau menangis ketika menyuburkan yang lain.

“Walau kau sumringah tapi ku tahu kau lelah”

-Dho-